18 August 2013

Tentang Drumline Battle :)

Coba liat ini dulu :

http://www.youtube.com/watch?v=1ikz4_8XA_0

Blue Devils B vs Jersey Surf (berhubung judulnya gak spesifik, susah searchnya -___-)

Ngeri banget BDB, gilaaa!

Ide drumlinebattle ini emang awalnya (sepertinya) dari komunitas High School Marching Band di Amerika sana, yang biasanya dilakukan sama komunitas marching band dari masyarakat kulit hitam. Tapi gayanya belum mengadopsi corps style. Contoh yang paling jelas bisa kita lihat ada di film Drumline, yang di dalam komunitas DCI sendiri sebenarnya amat sangat dicemooh. Kalo dari yang gw lihat, mungkin karena film Drumline itu juga terlalu 'standar' dengan jalan cerita dangkal, dan cenderung 'salah' dalam mengangkat budaya section drumline, sehingga 'terlalu-hollywood-teen-flick-movie', makanya film ini sendiri banyak dicemooh oleh komunitas drumline asli, terutama dari kalangan Corps Style.

Kayaknya sejak film itu, tipe drumbattle kayak di film itu udah sangat jauh dari pikiran komunitas DCI untuk diadopsi ke Corps Style, karena mungkin battle seperti itu dianggap sebagai 'turun kasta'. Yang ditonjolkan cuma nyolot2an, visual2 'gak penting', tanpa memperhatikan seni Rudimental Drumming itu sendiri dan tanpa memperhatikan musikalitas yang mendalam seperti dalam Corps Style Music.

Tapi siapa sangka sih, di Indonesia ada orang yang berani mengusulkan dan mengangkat lagi drumbattle dengan konsep seperti itu? dan benar2 menjadi kompetisi resmi yang cukup bergengsi untuk unjuk kemampuan Drumline dari tiap2 team. Anak MBUI pasti kenal banget orang itu, iya, Nimon adalah orang yang mengusulkan adanya kompetisi Drumbattle di Indonesia. Kalo gak salah itu waktu DMC 2006, jaman2 masih DMC biasanya kalo gak Mas Eric yang jadi ketua dewan juri, ya Bang Marko. Diusulkanlah diadain mata lomba Drumbattle DMC, waktu itu Nimon yang menyusun peraturan, dan sistem kompetisinya. Beberapa kali diadakan mata lomba Drumbattle DMC, maka (lupa tahun berapa) diajaklah Mr. Kosin untuk menjadi Juri DMC, dan sejak itu dia berlangganan menjadi Juri DMC/IOMBC.

Dari sini, mata lomba Drumbattle mulai terdengar ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand, dan mereka pun mulai mempertandingkan mata lomba ini di kompetisinya masing2. Sejak saat itu, biasanya kompetisi yang cukup besar di Malaysia atau Thai secara rutin menyertakan mata lomba ini.

Beberapa Juri dari DCE, WAMSB atau DCI (?) pernah terlihat menjadi juri Drumbattle di TIMBC, MWBC atau KLWMBC. Tapi kayaknya baru di 2012, di TIMBC, banyak juri yang berasal dari DCI, dan salah satunya adalah John DeNovi. Si Om John ini, pada saat menjadi juri, saat itu dia juga menjabat sebagai (enatah apa tepatnya, tapi kurang lebih) direktur DCI untuk urusan marketing dan development. Dia yang bertugas memperlebar naungan DCI ke negara2 lain, selain untuk strategi marketing DCI tentunya. Dari drumbattle TIMBC, sepertinya dia sangat tertarik dengan konsep Drumbattle ini. Dan seperti yang kita tau, dia mulai melakukan kontak ke Indonesia (lewat MBUI) dan ke Thailand (lewat E-Sarn). Dan akhirnya jadilah di 2013 publik DCI mulai diknalkan ke konsep Drumline Battle ini.

Dari cerita Om John (dan yang terlihat di awal2 kemunculan page Drumline Battle di FB), sepertinya banyak orang di komunitas Drum Corps DCI sana yang pesimis, dan 'trauma' akan film Drumline. Banyak yang mencemooh, karena mungkin tidak rela untuk 'turun kasta' melakukan adegan battle seperti di film Drumline. Toh DCI tetap kekeuh sama rencana ini. Dan Acheson (ketua DCI saat ini) juga sepertinya mendukung penuh ide Om John. Gw akuin, Om John ini emang mumpuni banget strategi marketingnya. Dia bikin Virtual Battle, dia (dan DCI) juga undang E-Sarn untuk datang ke DCI sebagai bahan belajar komunitas disana sebenarnya apa sih isi dari pertandingan Drumline Battle ini?

Yang gw suka adalah, dia gak segan2 untuk bertanya. Dia banyak banget bertanya, minta saran dan masukan tentang Rules dan sistem pertandingan baik untuk Live maupun Virtual Battle. Yaaa...siapa gw coba? Gimana gak grogi waktu chat di FB diajak video call karena saat itu dia sedang rapat bersama Board Directors of DCI! Dan waktu itu gw lagi pake Smartfr*n, malu dong kalo lagi video call sama orang2 penting trus gw masuk komunitas anti cepat? Gw kagum sama mereka orang2 DCI itu, walopun gw gak terlibat secara langsung, tapi dari komunikasi gw sama Om John, gw bisa melihat kesungguhan mereka, keseriusan dan kerendah hatian mereka.

Dan akhirnya di DCI 2013, E-Sarn bisa datang ke Thailand. Terus terang, gw sendiri seneng banget dan kagum banget ngeliat E-Sarn. Gw amat sangat menerima di TIMBC dulu dikalahkan oleh E-Sarn di Battle. Mereka luar biasa. Dari usia, sebenernya mereka sama kayak anggota MBUI, kira2 segitu juga umurnya.

ini E-Sarn latihan paket mereka untuk DCI 2013, masih banyak banget kotor sana sini, tapi udah kelihatan solidnya :D
http://www.youtube.com/watch?v=44n7eAEpP-0

ini paket yang sama untuk DCI 2013, udah jauh lebih bersih. Kayaknya lagi penampilan dalam suatu acara lokal...kurang greget battlenya, mungkin karena gak ada lawannya
http://www.youtube.com/watch?v=A1Ig6VNm04E

ini E-Sarn di Indianapolis, gw suka banget ending lagu 3 mereka :D dan...gw suka banget topeng yang dipake center snarenya di ending...mistis2 cool gitu kesannya hahahaha
http://www.youtube.com/watch?v=v6jxMsjSMH4

ini Encore Performance E-Sarn setelah mereka jadi Juara DCI Drumline Battle (lagu 1). Suka Snare breaknya. Suka Bass breaknya. Suka banget selipan Latinnya di menit 1:47. Suka patternnya di menit 2:16 (dan sampe sekarang masih gak tau itu nilai notnya berapa -____-). Suka kostumnya. Dan suka ketika mereka ngasi salam khas Thai setelah selesai main :)
http://www.youtube.com/watch?v=YfqEQppBZLA

Satu yang paling kelihatan jelas dari perkembangan E-Sarn, mereka amat sangat menggarap visual mereka. Di paket DCI ini mereka terlihat lebih 'rapih' (di TI sering Freestyle), impact2 musiknya juga lebih dapet karena visual2 itu. Dan mereka masukin Cymbal Feature di lagu 2 mereka :D

Dari video2 Drumline Battle DCI 2013, kayanya gw liat komunitas disana mulai antusias sama konsep Drumline Battle, kayaknya mulai sedikit2 bisa lepas dari 'trauma' film Drumline. Seneng bisa ngeliat drumbattle yang dimainin BDB, Jersey Surf, Crossmen, Colts, Sacramento Mandarins.

Terakhir...kalo bermimpi dulu boleh ya? kali2 dalam beberapa tahun ke depan kita bisa liat di Utube video dengan judul :
'Madah Bahana drumline at DCI Drumline Battle Finals Indianapolis'

Mimpi yang indah... :)

04 April 2013

Babel


If you want to be understood...listen

Itu adalah tagline film berjudul Babel (2006). Sebenernya gw udah lama nonton film ini, kira-kira setahun abis film ini rilis, DVD bajakannya udah ada di sini. DVDnya ilang, lama gak nonton lagi, akhirnya memutuskan untuk download dan nonton lagi. Sekarang ketika nonton lagi, sensasinya bener-bener beda sama dulu. Gw menemukan bahwa film ini bener-bener bagus, bener-bener mengaduk-aduk emosi, yah at least menurut pendapat gw sih gitu.

Sebelumnya, sedikit highlight tentang film ini, dia dapat 7 nominasi Oscar (salah satunya Best Picture, dan 2 Supporting Actress!) dan memenangkan Best Original Score. Sedangkan film ini menjadi juara untuk Best Film-Drama untuk Golden Globe dan masuk nominasi Palm d'Or (best movie) Cannes Film Festival. Beberapa pemerannya yang terkenal antara lain Brad Pitt, Cate Blanchett, Gael Garcia Bernal. Favorit gw sendiri sebenernya jatuh di performa Rinko Kikuchi (pemeran Chieko), walopun gw juga gak terlalu ngerti sebenernya akting yang bagus itu seperti apa.

Babel sendiri awalnya berkisah tentang 3 cerita di beberapa tempat yang nampak terpisah satu sama lain. Settingnya ada di Maroko, USA-Meksiko, dan Jepang. Semuanya kemudian saling berhubungan karena 1 senapan dan 1 insiden penembakan. Ceritanya mungkin sederhana, tapi yang gw tangkep sendiri sebenernya bukan tentang insiden penembakan itu sendiri, tapi tentang komunikasi (miskomunikasi tepatnya) dan budaya. Gw gak terlalu mengerti istilah teknis dalam film, dan juga mungkin bukan hardcore-movie-maniac, jadi gak bisa komentar banyak tentang akting, screenplay, directing, dll, cukup ceritain apa kesan yg ditinggalkan film ini ketika menonton untuk kedua kalinya. 

***mungkin mengandung Spoiler***

Yang jelas, nonton film ini capek, karena film ini bikin gw beberapa kali ngerasa miris, mual, dan pengen muntah. Pengen muntah? bukan karena ada adegan berdarah-darah atau menjijikan atau apa...salah satu contohnya adegan si anak kecil Maroko bermasturbasi di batu2an di padang pasir karena melihat saudara perempuannya berganti baju. Ekspresi anak itu direkam dengan baik, sampe bikin mual. Dan adegan Chieko yang nekat membuang celana dalamnya di toilet dan kemudian dengan sengaja menunjukkan kemaluannya ke sekumpulan pemuda. 2 adegan itu dan ada adegan lain bener-bener bikin gw mual. Ada adegan lain yang bikin ngilu, ketika Susan harus mendapat jahitan di bahu kirinya, jahitan secara darurat tanpa dibius menggunakan jarum dan benang biasa. Ergh...

Beberapa hal yang menarik dari film ini adalah kita bisa merasakan dinamika yang berbeda, dinamika kehidupan yang ditampilkan di suatu negara benar2 bisa membuat kita merasa ada di negara itu. Gimana 'membosankannya' hidup ahmed dan yussef di padang pasir terpencil. Gimana kesepian dan penolakan yang dirasain Chieko, gadis Jepang yang cukup good-looking tapi selalu ditolak/diremehkan lingkungannya karena dia bisu-tuli. Gimana sedihnya Amelia ketika akhirnya harus berpisah sama anak-anak majikannya. Gimana 'budaya Amerika' yg terkenal superior tapi ketika di saat terdesak mereka amat sangat berhati dingin dan egois berbenturan dengan Anwar si Maroko yang baik hati, yang di adegan perpisahan pas di helikopter bikin gw berasa haru sendiri karena sikap si Anwar. Turis-turis Amerika yang curigaan dan parno ketika masuk perkampungan kumuh di Maroko karena ada berita turis yang disembelih di sebuah desa terpencil di Mesir. Dan turis-turis ini digambarkan sangat asing melihat kebudayaan Maroko dengan wanita berjilbabnya.

Konflik yang digambarkan juga bikin deg-degan bukan dengan adegan seru, tapi konflik batin dan 'eksploitasi' emosi. 3 adegan favorit gw adalah ketika Santiago hendak mengantar Amelia dan anak2 itu pulang ke San Diego, gimana polisi perbatasan penuh kecurigaan memeriksa surat-surat dan mobil mereka. Sederhana, bukan adegan 'spesial' seperti kejar2an mobil melawan arah, hanya adegan pemeriksaan oleh petugas yang mungkin pernah kita alami sendiri sensasinya. Tapi justru karena konflik yang dibangung dari kejadian 'biasa' itulah yang bikin kita bisa 'terikat' secara emosi dengan adegan tersebut. Kemudian ending cerita Richard, dimana dia menelepon ke rumah, dan menangis di telepon karena mendengar suara anaknya. Adegan ini mirip adegan Avner (Eric Bana) di film Munich, dan sejujurnya gw lebh suka penggarapan adegan di Munich daripada Babel. Kemudian adegan Chieko di diskotik, ketika scene berganti dari suasana 'real' diskotik yang penuh lampu dan berisik, ke suasana dari persepsi Chieko yang bisu-tuli.

Satu lagi, memang film ini pantas dapat penghargaan original score, karena semua musiknya terasa pas pada tempatnya. Jangan mengharap musik yang megah seperti Angels and Demons atau Lord of The Ring, karena musiknya cenderung sederhana, bahkan di beberapa scene yang intens, tidak ada musik sama sekali! Gw pribadi kadang cukup senang juga sama film yang kaya gini, karena gw merasa si pembuat film membiarkan penonton menentukan sendiri emosi yang ingin dirasakan, tanpa perlu 'didikte' oleh musik latar. Contoh yang paling bagus adalah film No Country For Old Men, sepanjang film bener2 gak ada musik sama sekali, bener2 suara film itu, tanpa musik latar...tapi justru kesan 'sepi' itu yang bikin film itu keren dan mencekam.

Lantas kenapa 'Babel' menjadi judul film ini? apa hubungannya dengan kisah menara Babel? di IMDB bisa ditemukan : 
The title refers to the story of the Tower of Babel in the Biblical Book of Genesis. In the story, the people of the world are all united and speak a common language. They begin to build a tower to reach the heavens and become godlike themselves. God, seeing this, decides to confuse the language of the people and destroy the tower. When the people could no longer understand each other they gave up work on the tower and spread out to different parts of the world. It also refers to the connections -or lack thereof- that come through the use of language. In each storyline the characters struggle with surviving and self-identification based on misunderstanding through a language barrier. This film ultimately looks at the fact that we are all intimately connected on a life-and-death level, yet the trivialities of language and misunderstandings break us apart.
Also, the word 'babel' means a confused noise created by a number of voices, which is essentially what the story of the movie is
Kalau anda penggemar drama (bukan yang menye-menye) silahkan dinikmati. I highly recommend this one!
 

06 March 2013

Tribute to Wilco

Wilco - How To Fight Loneliness

Saya selalu menyukai Wilco, musik-musiknya jujur, musikalitas yang di presentasikan sangat baik (no wonder, karena beberapa personilnya memang lulusan sekolah musik ternama), namun dengan kejeniusan mereka, mereka tetap mampu membuat semua penggemarnya merasa personal dengan lagunya...ketika kamu mendengarkan album Sky Blue Sky misalnya, kamu akan merasa mereka adalah sekumpulan teman baikmu yang sedang berusaha menghiburmu dengan memainkan musik yang bagus di dalam kamarmu, menghiburmu dengan sederhana, bentuk empati melalui lirik yang dibalut dengan musik yang nyaman di telinga.

Video sederhana di atas, gabungan antara musisi favorit saya dan salah satu lukisan kesukaan saya, 'Starry Night' dari Van Gogh. Paduan yang menyenangkan.

How to fight loneliness
Smile all the time
Shine your teeth till meaningless
And sharpen them with lies
And whatever is going down
Will follow you around
That's how you fight loneliness
You laugh at every joke
Drag your blanket blindly
Fill your heart with smoke
And the first thing that you want
Will be the last thing you'll ever need
That's how you fight it
Just smile all the time
 Wilco - Either Way

This is a Fan video. I have edited the footage to tell a different tale. It could have been easily a post-apocalyptic scenario in northeastern Brazil, several years after World War IV and the breakdown of society. The videoclip portrays a dystopian future where water is scarce and everything resembles the Agreste. Here a family tries to find a way home through the wasteland. The footage is from Nelson Pereira dos Santos's "Vidas Secas" (Barren Lives), a classic Brazilian movie from 1963. 
 Wilco - You and I (feat. Leslie Feist)

This one's classic. I've already post about this song somewhere in this blog :)

Wilco (Jeff Tweedy) - Please Be Patient With Me

Ada rumor bahwa Jeff Tweedy menciptakan lagu ini sebagai bentuk 'penyesalan' sekaligus terima kasih untuk istrinya tercinta, karena istrinya selalu ada untuknya ketika dia akhirnya sembuh dari ketergantungan alkohol dan akhirnya keluar dari pusat rehabilitasi. He's just sweet, and his opening statement in this video is just...diamond :')

There's a lot of reasons to love Wilco :)

24 January 2013

Makan

Kadang-kadang suka (agak) sebel sama diri sendiri kalau urusan makan. Gw tipe orang yang kalau makan pentingin kuantitas (yak terjawab kan darimana asalnya aksesories di sekeliling pinggang?). Maksudnya, kalau makan ya 'harus' isi perut, 'harus' kenyang. Gampangnya, di restoran pun gw cenderung memilih menu yang porsinya besar.

Sebel datang ketika gw makan di restoran yang memang enak (tapi porsi sedang/sedikit) dan ketika dapat hadiah makanan. Kebiasaan lihat porsi makanan jadi sering bikin gw 'melupakan' rasa makanan itu sendiri, atau yang lebih parah, 'melupakan' kenangan makanan itu sendiri (apa ya kata yang tepat dari kenangan?). Sebagai contoh, waktu dikasih Elsa Famous Amos, enak banget rasanya, dikasi pacar, tapi karena memang dalam kemasannya sedikit, ya sambil di depan laptop, sambil nyemil, berusaha gigit pake ujung gigi biar dikit-dikit (dan bikin gigi jadi item), taunya udah abis aja. Atau waktu pas di LPJ dikasih lasagna untuk om-om pelatih dari Cune, itu berusaha banget makan pelan-pelan, tapi tetep berasa cepet banget abisnya.

Di beberapa kesempatan tertentu, terutama untuk makanan yang 'ga biasa', 'bersejarah', atau 'dalam rangka bla bla bla', pengen banget rasanya bisa makan pelan-pelan. Tapi apa daya, kayanya mulut gw udah terbiasa ngunyah cepet. Ah elah.

Mudah-mudahan gw bisa mengunyah lebh pelan supaya bisa lebih menikmati makanan yang sedang dikunyah dimulut dan supaya gw ngga (makin) gendut

amin.

22 January 2013

Do'a Nabi Adam A.S


amin.

:')

Malam ini saya merasa sangat bahagia dan sangat sedih di waktu bersamaan, karena hal yang sama. Malam ini juga saya benar-benar merasakan lagi saat-saat ketika saya masih kecil, ketika saya merasa lemahnya dan hanya bisa menangis, kemudian ada kedua orang tua saya yang mengusap-usap punggung saya dengan halus. Hangat sekali, walaupun hanya lewat saluran telepon. Saya bisa merasakan kasih sayang kedua orang tua saya lewat suara mereka.

Ya saya malam ini mampu untuk 'menyentuh' suara. Mengkonsumsi suara tidak hanya dengan kedua telinga, tapi dengan seluruh tubuh dan hati saya. Dan rasanya luar biasa sekali.

Yang jelas sekarang saya semakin sadar (insyaallah) dengan komitmen seperti apa yang saya mau, passion seperti apa yang saya mau, cita-cita besar seperti apa yang saya mau.

Banyak yang percaya ketika kita sangat menginginkan sesuatu, kita pasti akan mendapatkannya. Saya termasuk salah satunya. Karena saya memiliki contoh hidup yang nyata di dekat saya. Orang tua saya. Mereka mengajarkan hal terpenting (menurut saya) dalam sebuah doa dan usaha : Konsistensi.


amin

TV Oon


Yang ingin ditekankan bukan masalah mendukung Jokowi atau tidak, tapi dari wawancara itu kita bisa belajar bahwa dengan aktif berbicara, mencoba terlihat kritis, selalu menanggapi dengan cepat, selalu melontarkan pertanyaan tidak membuat anda terlihat seperti orang pintar kok! Disini justru terlihat sang reporter bukan pendengar yang baik, dia mendengar tetapi tidak menyimak. Dia reporter, tetapi tidak bisa mengambil intisari dari informasi yang ada. Terkesan seakan-akan hanya bertanya tanpa arah (hmm, sebenarnya sangat 'berarah'), hanya mau menghujani pertanyaan.

Jadi, belajarlah banyak-banyak dari video ini ya, jangan bikin diri anda seperti orang tolol.

20 January 2013

Home

Everybody need history
Benarkah demikian? Sejarah yang seperti apa? Lalu kenapa judulnya 'Home' dan saya memasukkan quote yang berhubungan dengan sejarah? Apa hubungannya?

Beberapa kawan saya ada yang hobi jadi 'kutu-loncat'. Hobi pindah dari pekerjaan satu ke pekerjaan lain, dari kegiatan satu ke kegiatan lain, dari satu organisasi ke organisasi lain, dari hobi satu ke hobi lain, dari interest satu ke interest lain. Kira-kira kenapa ya banyak orang yang gemar seperti itu?

Saya begitu tergelitik ketika membaca The Geography of Bliss dari Eric Weiner. Inti dari buku ini adalah, Eric Weiner 'menyelidiki' tentang kebahagiaan, dengan cara mengunjungi beberapa negara di dunia, dan mencari tahu apakah arti kebahagiaan untuk negara tersebut? Apa definisi kebahagiaan menurut penduduk di negara itu? Saya tergelitik ketika Eric sampai di Qatar. Sebelumnya dia telah 'belajar' hidup sederhana dan mengalami/mempelajari kebahagiaan dengan cara yang 'aneh' di Bhutan, sebuah negara terpencil di pegunungan Himalaya. Dan di bab berikutnya ketika dia sampai di Qatar yang penuh dengan modernitas, dia malah merasa sedikit hampa.

Mengutip sedikit kata-kata Eric Weiner di bab Qatar, mengenai orang-orang yang sering 'nomaden', yang dalam fantasinya seperti orang-orang yang sering bepergian dan mampir di bandara-bandara yang bagus dan mewah di seluruh dunia, tapi sepertinya kurang bahagia :
Mereka selalu datang, tetapi tidak pernah tiba
Ya saya setuju, se-nomaden (baik secara eksplisit maupun implisit) apapun seorang manusia mereka tetap membutuhkan perasaan memiliki rumah. Dan untuk saya pribadi, salah satu unsur dari yang kita sebut dengan rumah adalah : sejarah.

Ah mungkinkah itu yang terjadi kepada kawan-kawan saya dan orang-orang yang hobi untuk jadi 'kutu-loncat' dari satu hal ke hal lain? Bukan, bukan seberapa lama dia berada di satu hal itu, tapi seberapa banyak sejarah yang dia cetak disitu, seberapa dalam proses yang dia jalanin di hal itu, dan seberapa banyak dan dalam makna yang dia panen di hal itu. Ya kita semua ingin mempunyai makna yang dalam bukan dalam apapun yang kita jalani? Ketika kita bisa merasakan sebuah makna dari proses, biasanya saat itulah kita sedang mencetak sejarah dalam hidup kita. Dan kenapa sejarah menjadi penting? Buat saya, sejarah saya adalah jati diri saya.

Nomaden, dari satu ke yang lain. Seperti film The Terminal mungkin, tapi tidak menetap di satu bandara. Seorang traveler yang hanya 'hobi' transit dari satu bandara bagus dan modern ke bandara lainnya. Hanya sebatas transit saja. Semakin lama dia melakukan perjalanan tipe 'kutu-loncat' itu, semakin galau mungkin dia. Karena semakin lama, walupun dia pergi ke banyak negara...dia tidak benar-benar menuliskan memori secara dalam di tempat itu. Mungkin semakin banyak tempat transitnya, semakin resah pula ia, karena tak kunjung menemukan rumah, tempat mereka mengukir sejarah dan memori disana.
Ada beberapa kawan yang sepertinya mau pergi kemanapun, pada akhirnya mereka harus kembali ke tempat asal. Kembali ke rumah. Kembali ke tempat tempat tersebut memiliki sejarah yang dalam untuk mereka. Kembali ke tempat dahulu mereka membentuk jati diri mereka.

Ada ruang dan waktu, kita tidak bisa mengembalikan waktu, tapi kita mungkin kembali ke ruang. Kembali ke tempat dimana pertama kali kita berkelahi, ke tempat pertama kali kita menyatakan perasaan ke kawan kita, ke tempat kita merasa sedih...ke tempat dimana kita pernah mempunya sebuah ikatan emosional, tempat bersejarah untuk kita. Kadang, jika kita mengetahui kita tidak dapat 'menggenggam' waktu, ditambah dengan perubahan 'ruang' yang berarti buat kita, kita serasa lebih gamang, lebih emosional mungkin...dulu saya merasa sangat tersakiti di kantin sekolah saya, kini kantin tersebut berganti menjadi lapangan...ah, kesal sekali mungkin rasanya, sudah tidak bisa mengembalikan waktu, ditambah kita tidak dapat sepenuhnya kembali ke ruang yang sama...

Sejarah layaknya pondasi. Semakin berkualitas dan lama waktu kita di hal/tempat tersebut, rasanya seperti punya pondasi 5 lantai ke bawah...home is where we feel we stand on a firm ground. Dan bandara tempat transit itu mungkin seperti berdiri di antara bangunan mewah, tetapi terbuat dari plastik dan kardus yang ringkih.
At some point I think we should really really search for our real home, where we can value our life, where we can make history, where we shape our true self. I'm afraid if we're just doing some random 'travel-transit' stuff all the time, we lost our energy, we got exhausted, we got overwhelmed by many many random things we thought our real home. And the worst of all, we end up living in a such a 'random' place. We thought that place is our real home...but maybe we're wrong...

14 January 2013

Catatan dari Thailand #2 - Bonus

Inget banget dulu pas sebelum march-in drumbattle final IOMBC 2011, mas Sopuan bilang sesuatu yang masi gw inget banget sampe sekarang :
Bud, kalo hatinya bersih pas masuk, Insyaallah hasilnya bisa baik
Alhamdulillah gw selalu diajarin lingkungan gw untuk ikhlas, berniat baik dan selalu maksimal. Setelah TIMBC yang super menyenangkan karena dapet banyak banget feedback positif selama disana, dapet lagi bonus yang emang bener2 gak disangka-sangka banget! Kurang lebih ada 2 agenda, agenda yg kedua itu mendukung agenda yang pertama, yaitu :

  1. Keinginan dan ketertarikan DCI untuk bekerjasama/partnership/berafiliasi/support dengan Indonesia.
  2. Ajakan dari John DeNovi (beliau juri field visual yg merangkap Director of business & marketing DCI) untuk membuat video rekaman drumbattle Madah Bahana, yang akan 'melawan' (video) drumline DCI USA o_O.
Ga pernah kebayang MBUI bisa jadi seperti ini. Mudah2an MBUI bisa jadi agent of change perubahan kualitas marching band di Indonesia. Amin.

Update berikutnya akan dikabarin lagi hehehe :D

11 January 2013

Ide mana ide?!

Jadi...seperti yang udah gw tulis di tulisan gw sebelumnya, selain lagi doyan-doyannya baca, gw nyoba-nyoba lagi untuk bikin musik. Untuk kegiatan iseng-iseng ini, gw sempet ngajak taufiq sama dedi kalo-kalo mereka punya ide.

Kalo dulu gw berpikir, kalo lagi mentok di proses kreatif gini, mungkin gw kehabisan ide. Tapi sekarang -entah kenapa- pandangan gw agak sedikit berubah. Lebih tepatnya gw mulai semakin menyadari suatu hal. Sepertinya gw bukan ga punya ide. Gw kurang kemampuan. Yeah, menyedihkan, tapi seperti itulah kayanya yang terjadi.

Gw makin sadar banget...bahwa...gw masih buta sama melodi. Lebih tepatnya gw masih buta bagaimana caranya menumpahkan ide yg ada di kepala ke dalam komposisi musik yang 'jadi'. Sometimes I end up ruin my works by make it more complex :( Jadi rumit karena tidak disengaja sih tepatnya. Bahkan jujur, dalam hal music composing gini gw bingung, harus mulai darimana? Melodi? Kord? Harmoni? atau apa? Ketika mau mulai dari melodi...oke sekali dua kali dapet ide melodi, tapi habis itu apa? gw belum ngerti cara ngembanginnya ternyata.

Ibarat gw mau bikin vas bunga dari tanah liat...gumpalan tanah liatnya udah ada...gw tau diputer, tapi baru deh mulai muncul pertanyaan-pertanyaan 'bonus', gimana supaya dia simetris? gimana supaya dia bisa naik ke atas dari bentuk gumpalan? gimana caranya cupaya tengahnya bolong? ya...gw mentok di hal-hal teknis :(

Ujung-ujungnya...gw browsing lagi, baca lagi teori-teori dasar musik...baca dari awal banget...

You always need persistence...

yep...malem ini akhirnya gw end up 'save as' aja musik yg lagi gw bikin. yep...gw sempet agak frustasi sedikit...lebih kepada karena gw merasa payah. Lebih karena ketika gw lagi semangat lari, tiba-tiba aja di kejauhan gw ngeliat tembok tinggi dan besar...yang gak mungkin dilompatin. "Oke temboknya masih jauh, gapapa", dan gw ngelanjutin lari ke arah tembok itu. Gw paksa lari terus. Dan akhirnya gw sampe di tembok itu. Dan...gw bingung harus apa...

Sepertinya gw harus rela lari balik lagi, ambil palu godam yg gede, lari balik ke tembok itu, dan bikin jalan di tembok itu. Lari menyusuri tembok? seberapa panjang temboknya gw gatau...atau bahkan sebenernya gw ada di dalam ruangan yang dibatasi tembok mungkin?

Yep...I always need persistence...

Yep, you must always press on even when you feel like quitting...

Dan randomly, gw inget nama band gw dulu...'Gebrak Batas'. Sabar Bud, pelan2, jangan diburu-buru sama imaji musik jadi di depan mata...

09 January 2013

January 2013...

Apa ya yang luar biasa di bulan ini?

bulan ini, gw suka banget cuacanya di Pondok Kelapa maupun di Depok...suka banget pagi hari hujan, sampe siang, siang hujan berhenti, masih menyisakan udara yang sejuk dikombinasi sedikit hangat dari matahari yang perlahan muncul selepas hujan...

Beberapa hari terakhir gw pulang ke rumah...salah satu obat yang mujarab banget untuk sedikit melupakan stressnya gw dan tekanan yang makin lama makin besar...Seneng banget ngeliat bapak selama beberapa hari terakhir deket dan main2 sama cucu2nya (keponakan gw), si Aulia dan Kalista. Seneng ngeliat Mas Andri sejak tahun kemarin, sejak...perceraiannya...jadi semakin deket sama bapak dan ibu. Seneng ngobrol2 beberapa kali sama mbak Rina, yang kalo di inget2...udah lamaaa banget rasanya gw gak ngobrol yang bener2 ngobrol sama kakak2 gw...seneng kalo di rumah disediain makanan sama ibu. Kadang sengaja jadi manja lagi, hehe, minta diambilin/dibuatin makanan...seneng ngeliat bapak ibu di umurnya yg udah segitu masih aktif sama kegiatan2nya...bapak yang mondar-mandir, masih ngerjain urusan jual beli rumah/tanah, urusan ngebangun rumah...ibu yang walopun doyan nonton sinetron dan main solitaire di laptop lama, masih suka belanja dan masak dan ngaji dan olahraga :)

Satu hal yg gw rasain di awal tahun ini...adalah gw sendiri secara gak sadar udah bisa jadi lebih dewasa dalam melihat kekurangan di kedua orang tua gw...terutama, 'kekurangan' dalam hal uang...ya mreka udah pensiun...gw gak kekurangan, gw masih bisa makan, orang tua gw masih kecukupan...tapi satu hal yang cukup berasa adalah semakin kesini semakin sederhana hidup keluarga gw. Tapi entah kenapa, gw merasa lebih bahagia, misalnya cuma dengan nonton tivi gajelas di rumah sambil makan bareng ibu...

Ya...dulu gw anak yang royal...rewel...manja...doyan minta ini itu yang mungkin gak terlalu penting. Somehow, gw kagum sama diri gw sendiri karena udah lumayan bisa menahan diri gak minta sesuatu yang aneh2...kalo di ajak jalan2 ke carrefour aja sama bapak ibu udah seneng...gak minta macem2, makan siang bareng, makan hokben...ga perlu restoran mahal :)

yep, old habits die hard...salah satu alesan gw masih di MB, alesan untuk diri gw sendiri...gw mau matiin tuh kebiasaan manja itu. Belajar menuhin sendiri kebutuhan gw, tanpa nyusahin orang lain...

ngomong2 MB...satu hal yang bikin gw seneeeeng banget adalah, ini kayanya proyek pertama yang gw lihat anak2 gw bener2 puas, dan walopun kejuaraan udah usai, gw masih ngeliat semangat yang amat sangat tinggi di anak2 gw, seneng banget rasanya...walopun ada beberapa orang yang udah bilang gabisa main lagi...tapi mereka bilang "gw pengen bantu, tapi apa ya?"...u know what? kalian bilang gitu aja gw udah seneng banget :)

kehidupan sama culan (eaaa)...di bulan ini entah kenapa gw ngerasa sangat 'kehilangan' dia. In a good way. dalam arti, di bulan ini, gw makin sadar...gw butuh dia :) ya, sejak jadian, beberapa kali dia balik ke Bali, kalo dulu2 ya jelas kangen...kalo yg sekarang...kangen dan...gamau ditinggal...walopun gw tau akan ketemu lagi dalam waktu beberapa minggu ke depan...itu kenapa, waktu nganter dia di bandara, setelah dia check in, tiba-tiba aja gw pengen sholat...ya...skrg gw baru ngerti kenapa, karena gw bersyukur gw masih bisa merasakan 'kehilangan' itu :) I'm gonna miss this soon-to-be-mature girl...

Yes...I do really love her :)

Di januari ini...gw juga ngerasa passion gw terhadap buku kembali nyala...beberapa hari terakhir asyik banget membenamkan diri di buku2 yg baru gw beli ataupun buku lama...saking ngerasa nemuin harta karun lama yg terpendam, kadang gw baca buku sampe suka ketawa sendiri (kalo ada sedikit joke lucu)...intinya, gw lebih ekspresif ketika baca buku :DDD

Dapet beberapa 'bonus' dari TIMBC...maaf belum bisa dibocorin sekarang hehehe

Januari...gw belajar membiasakan diri menghitung pengeluaran gw...ternyata pengeluaran gw paling banyak adalaaaaah...jajan! terutama jajan minuman berwarna -___-

Dan gak lama sebelum nulis ini...salah satu passion gw nyala lagi sepertinya...I really really want to express myself through music! gw pengen bikin lagu lagi! gw pengen bikin EP lagi! nemuin sedikit ide, thanks to Scott Tanaka, follower gw di Soundcloud yang gw juga sebenernya gak kenal yang ada di Amrik sana...begitu denger lagunya...semacem jerami kering disiram bensin terus dilemparin korek api...seketika itu ide untuk bikin lagu serasa tumpah ruah. Ngajakin beberapa anak MB untuk iseng2 mulai proyek ini...asik kali ya kalo bikin EP, musik ilustrasi, dikasi narasi...at least kalo gak ngerti cara masukin narasi ke track, gw kepikiran untuk menyelipkan sajak atau tulisan pendek ke dalam lagu itu...hmmm...pengen ngangkat tema yang deket sama keseharian...terutama inner journey mungkin :)

Anyway...gw merasa cukup positif di bulan januari ini :) mungkin karena didukung cuaca dan suasana favorit gw juga kali ya? gerimis sepanjang hari...udara sejuk, suasana sendu, dan gw sengaja ngeset lampu di kamar kosan jadi sedikit temaram...buat tidur enak, buat baca enak, buat blajar enak, buat mikir enak, buat makan enak, buat duduk lama di depan laptop juga enak...

Januari 2013, semoga gw lebih siap ngejalanin tahun ini...amin :)

05 January 2013

Dibawah lampu sorot...

Semua penonton terdiam. Sunyi. Sepi. Bahkan jika kamu duduk di bangku penonton kamu bisa mendengar bunyi hembusan nafas orang di sekitarmu dan sedikit bisik-bisik di antara mereka.

Layar terbuka. Disambut lampu follow ke sebuah titik di atas panggung.

Kamu siap-siap naik ke atas panggung. Kamu menarik nafas dalam-dalam. Kamu memejamkan mata sekejap. Kemudian berkata dalam hati sambil diikuti anggukan kecil kepalamu, "ini saatnya!".

Kamu naik ke atas panggung, dan lampu follow yang panas itu pun langsung mengikuti kemanapun kamu bergerak. kamu bisa merasakan aliran panasnya dari atas kepalamu sampai sekujur badan. Bahkan kesunyian di sekitarmu membuatmu bisa mendengar suara letupan-letupan kecil dari lampu follow yang mengikutimu disertai sedikit bunyi mendengung.

Apa yang akan kamu lakukan? Akan seperti apa akhirnya?

Ketika kamu dapat kesempatan seperti ini, buat saya kesempatannya cuma 2 : di tengah sorotan itu kamu akan tampil sangat gemilang. Atau jika ketakutan dan keraguan menguasaimu, kamu akan tampil mengecewakan.

Apapun yang terjadi, yang terpenting adalah lakukan dengan baik apa yang kamu tahu harus kamu lakukan. Apapun nanti hasilnya kita tak akan pernah tahu. Belum tentu kesempatan seperti itu bisa datang di lain waktu...kalaupun datang, apakah kamu yang akan mendapat kesempatan itu?

04 January 2013

Catatan dari Thailand #1 - Mandiri

Telat ngga bikin ini sekarang? ngga lah ya? Jadi sebenernya ini udah direncanain dari abis pulang dari Thai, tapi sempet sakit dan gak mood, abis itu udah mau GPMB, jadi yaaa, sekalian aja nunggu selesai momen GPMB selesai...beberapa alasan untuk perbandingan antara GPMB 2012 dan TIMBC. Akhirnya nunggu sampe sekarang, isi otak udah keburu sumpek karena dari kepikiran banyak hal mau ditulis, sampe akhirnya bingung...jadi gw memutuskan untuk bikin catatan ini secara bertahap aja, dan tema-nya tanpa urutan tertentu a.k.a random hehehe...

Gw tergelitik banget ngangkat tema ini setelah ikutan evaluasi brass kemarin. Dipicu sama kalimat2nya xxxx (sebut saja mawar hahaha) "gila ya anak2 ini, bahkan untuk berpikir pun kurang mandiri!".

Mandiri...ah ya...tema yg menarik untuk dicatat, dibahas, dan di 'benang-merah' kan dengan MBUI...

Yap, salah satu masalah yg gw lihat adalah kemandirian di masing2 player. Sebenernya setelah ngebahas ini, gw sendiri yg sempet ngasi komentar tentang hal ini di eval brass, jadi mikir(in) sebenernya di battery sendiri, gw udah berhasil belum sih numbuhin kemandirian itu? gw takut malah gw sendiri sebenernya belum berhasil dalam hal ini...

Tergelitik sama tulisan Rhenald Kasali di Kompas tentang rencana kurikulum pendidikan 2013 (buka dari HP jadi ga ngerti cara nge-link artikelnya kesini -___-), dia mempertanyakan 'produk' dari pendidikan Indonesia yg kebanyakan cuma menghasilkan 'penumpang' bukan 'pengemudi'. Just wondering, kalo diibaratkan proyek 2 tahun kemarin sebagai perjalanan misalnya, kira2 mayoritas penumpangnya seperti apa ya? Biasanya kan kalo di angkot kan penumpangnya macem2 tuh ya, ada yg ketiduran, ada yg asik sendiri asalkan sampe ke tempat tujuan, ada yg sibuk merhatiin perjalanan dan apa2 aja yg dilalui, ada yg mainan HP ngabisin waktu karena mungkin perjalanannya berasa membosankan, ada yg selalu tau beres aja sampe tiap hari lewat jalur yg sama tapi kalo disuruh bawa kendaraan sendiri lupa jalannya, dll...

Berawal dari pertanyaan dan bahasan mengenai MBIC, sebenernya buat apa MBIC? Ya, kita tau, buat nyari dana yg mungkin hasil akhirnya blm tercapai. Tapi buat gw, dibalik itu ada agenda yg lebih besar lagi buat kita. Melatih kemandirian mungkin. Di semua lini/unsur MBUI. Pengurus mandiri untuk melakukan sesuatu yg dibutuhkan untuk mencapai target berikutnya, mencari dana salah satunya. Pelatih dan PM mandiri untuk belajar menyusun sendiri materi yg saat itu sangat asing untuk bersinergi dengan tujuan pengurus. Pemain mandiri untuk meningkatkan kemampuan mereka bermain dan melatih bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepada mereka. Semuanya bersinergi untuk kesuksesan MBIC yang merupakan bentuk terbesar kemandirian yang kita lakukan bersama.

Kemandirian, di pasukan bukan cuma meningkatkan skill, tapi tanggung jawab...kalo lo tumbuh sebagai pemain yg mature dan matang, skill lo akan tumbuh dengan sendirinya. Pasukan itu fase awal untuk kita ngebangun MBUI. Semua pengurus dan pelatih dan PM awalnya adalah pasukan (mungkin kecuali Kanjeng Mamih, hahaha, tapi dia 'pasukan' di Litar dulu), dan biasanya ketika naik ke fase berikutnya (pengurus, pelatih, tim teknis, punya jabatan) kerjanya bagus, kemungkinan besar ketika menjadi pasuka dia adalah pasukan yang cemerlang. Silakan di Trackback ke belakang.

Tergelitik dengan beberapa pernyataan dan pertanyaan di evaluasi brass, yang intinya beberapa pemain bingung ketika MBIC harus melakukan apa? harus melatih apa? kalo ga ada yg ngedrill kebingungan sendiri dan jadi males, jadi latihan seadanya...buat gw, akhirnya terjawab salah satu pertanyaan, apa yang menjadi penyebab kurang meratanya skill di pasukan? kurangnya meratanya kemandirian.

Kurang mandiri -> kurang aktif -> kurang bertanggung jawab -> skill seadanya.

Mandiri yg sebutkan disini bukan mandiri yang 'mandi-sendiri', tapi termasuk (seperti kata si Mawar, haha) mandiri berpikir. yang berakibat, untuk berpikir saja kadang lo harus nunggu perintah.

Gw sebenernya kurang percaya dengan argumen "di MB kita terbiasa kerja dengan sistem komando, harus nunggu instruksi" oya? bukannya apa2, tapi gw sendiri dari dulu jadi pasukan, selalu berusaha untuk selalu mengikuti aturan main, tapi juga selalu berusaha untuk getting things done di section gw. Argumen itu buat gw termasuk bentuk ketidak mandirian berpikir. Berpikir kalo selalu banyak jalan menuju Roma #klasik, tapi bener. Memang ada kecenderungan itu adalah andil dari sistem yang dibangun juga (dengan kata lain ada tanggung jawab gw juga sebagai pelatih), yang menyebabkan kebanyakan pasukan 'malas-berpikir'.

Gw jujur jadi agak khawatir, pertama seperti yg tadi gw bilang, gimana dengan section yg gw pegang? apakah sama?

Ketakutan yang lebih besar adalah, gw takut di MBUI semakin banyak orang yang mentalnya seperti majikan. yap, mental majikan. majikan manja tepatnya...

"mbak, baju yang ini dimana? ambilin dong!"
"mbak, tolong beresin kamar dong!"
dan lainnya...

Daripada teriak2 nanyain baju yg mau lo pake, yg notabene itu kebutuhan lo sendiri, yg kalo bajunya gak siap lo sendiri yg malu, kenapa gak lo berusaha nyari sendiri? berusaha siapin sendiri? kebutuhan lo siap, si mbaknya juga bisa ngerjain kerjaan lain yg lebih penting, ngepel dan masak misalnya. Kebutuhan lo terpenuhi, rumah bersih, makanan siap...bahkan lebih oke kalo kita bantuin beres2 juga bukan?

"buat apa gw kerjain itu? toh pembantu gw kan emang dibayar untuk ngelakuin itu semua!"
bullshit, silakan lakukan itu dan tumbuh jadi orang yang punya tangan, kaki, otak...tapi kelakuan seperti orang 'cacat'. See the bigger picture please...

yep, jujur, gw benci itu, karena gw juga (dulu) seperti itu. mudah2an sekarang udah berkurang.

mental majikan. tau beres. rumah kotor, tinggal teriak minta bersihin. kadang gamau ikut ngebersihin, mungkin takut tangannya jadi kotor, mungkin emang orangnya yg ga sensitif. jadi males mikir, males kerja. lama kelamaan, otak jadi tumpul gabisa mikir, dan badan pun jadi kurang terampil. dan yang lebih mengerikan (sangat mungkin terjadi) hati dan perasaan lo jadi tumpul, karena pola pikir yang kaku dan gak mandiri. lo jadi kesulitan untuk mencoba berempati ke pembantu lo. yg mungkin jadi bikin lo kesulitan berempati ke orang lain juga. jd 'gak-berperasaan'.

Di balik itu semua, di balik ketidakmandirian beberapa unsur di MBUI, secara general, gw cukup bangga dengan pencapaian MBUI secara team...alhamdulillah, sampai ke akhir, kita bisa menyelesaikan MBIC, dan kita bisa tetap berangkat ke Thailand. dengan segala jatuh bangunnya, dengan segala ngototnya...walopun kita band mahasiswa, selalu kekurangan segala macem, kita masih punya orang2 mandiri yang ngotot, sampe akhirnya dengan susah payah kita bisa berangkat dan bisa dapet apresiasi yang sangat tinggi disana. alhamdulillah, gw bangga sama MBUI :)

Oiya, berhubungan sama mandiri ini...gw mau ngasi kredit ke salah satu orang yang menolong gw banget, selama proyek ini. Lebih tepatnya menolong battery banget. Staff gw, Wahyu. Dimana gw ngerasa ketampar-tampar banget ketika denger cerita dia jaman dulu pas cadets. cerita itu bener2 menggambarkan kemandirian dia, kedewasaan berpikir dia sebagai pemain, dan akhirnya bisa terlihat di kualitas dia sebagai pemain. Dan akhirnya secara kualitas permainan sekarang dia jauh lebih unggul dari gw. Ceritanya sederhana, dia cuma bilang gini :

"Dulu pas gw cadets pertama main snare gw pengen latihan sendiri di kosan, tapi gak punya stick. Mau beli stick mahal banget. Akhirnya gw nyari kayu sendiri, dan gw pahat/ukir sampe ngebentuk stick. Akhirnya gw punya stick, dan gw bisa latihan sendri. Terus si Kardjo ngeliat gitu, kasian sama gw, akhirnya gw dibeliin stick beneran deh"

Anyway, berhubungan sama kemandirian ini, sebenernya secara sistem yang disusun, gw udah ngeliat bahwa sistem ini sebenernya sangat bisa membentuk kemandirian setiap unsur di MBUI. Semua unsur! mungkin dalam pelaksanaannya, beberapa masih belum bisa stabil dalam menjalankan, dan kurang konsisten. Tapi gw percaya, kita sudah berada di jalur yang benar, hanya mungkin kita masih dalam perjalanan, belum sampai ke tujuan :)



11 December 2012

Pengalaman di TIMBC :D

hmmm.............




nulis apa ya?




coba ada semacam mesin yg bisa nerjemahin semua kata2 yg seliweran di otak, terus langsung ditulis otomatis...butuh itu sekarang...




gajadi nulis deh...hahaha, bingung...




seru deh pokoknya! :DDD
*krik krik krik*

25 October 2012

Nerd Herd


random inget komen Cune pas ngobrol2 abis latihan, "Elu cocoknya jadi Nerd" hahahaha, gak pernah kepikiran akan hal ini, dan gak pernah kebayang akan dapet komentar ini, tapi menarik sih hahahaha, makasi buat sudut pandang yg baru ini ye Cune hahahahaha :D

Iseng2 nyari di Wiki, kira2 begini lah definisi Nerd dan Geek menurut Tante Wiki (apa Om Wiki?)

Trus gw bingung kenapa si Cune bisa bilang gitu? hahahaha

Tapi pada dasarnya kalo emang udah tertarik sama satu hal, pasti banget gw ubek2 sejauh/sedalam yg gw bisa...selalu gitu, selalu ga mau nangggung, selalu 'iya' atau 'ngga' sama sekali, ga ada in between...yg kadang2 suka bikin sebel juga, karena kebiasaan ini ditambah kebiasaan 'harus sekarang' jadi suka gak sabaran, dan suka nyusahin diri sendiri, grrr...the brght sidenya, kalo ngebahas satu topik tertentu yg emang gw into it, ya lumayan ngerti banyak lah ya, daripada bengong2 kalo di ajak ngobrol...

punya kebiasaan juga numpuk macem2 hal yg gw suka, numpuk lagu yg belum tentu di dengerin semua, numpuk artikel2 menarik yg belum tentu semua gw baca/pahamin, numpuk tutorial yg belum tentu semuanya kepake/gw kerjain, dan macem2 hal...kadang2 simpel sih, cuma karena gw mikir "ah ini nanti pasti kepake, gatau kapan...", atau "kalo ada waktu senggang bisa dibaca/dimainin/diutak-atik"

trus gw jadi inget babeh dengan muka kocaknya...yg ternyata maniak mecha2, terutama Gundam. Gw juga cukup maniak sama mecha/robot2an, tapi mungkin bukan Gundam. makanya walopun orang2 bilang Transformers itu biasa aja, dan tipikal film 'popcorn' gw tetep sangat suka nontonnya, apalagi Revenge of The Fallen, karena menggabungkan beberapa hal yg gw suka, Robot bentuk bagus dan besar + legenda2 jaman dahulu kala + bangunan2 besar (Petra, Yordania)...makanya keren hehehe

Kalo di list, kira2 10 hal2 yg gw suka antara lain :

  1. Musik
  2. Mitologi klasik. Ya semacem legenda2 jaman dulu, kaya bangsan Viking, mitologi Yunani, Atlantis, Lemuria, dll
  3. Sejarah. Terutama sejarah sebelum masuk milenium pertama dan abad2 sebelumnya
  4. Robot-robot super besar, yang bentuknya cool dan keren
  5. Astronomi. Kalo liat bintang yg super besar, supernova, kayanya pikiran gw udah melayang kemana2, ngebayangin gimana besarnya alam semesta, apa aja yg ada di dalemnya itu bikin pusing2 enak, hahaha
  6. Bangunan2 besar. Macem piramida, tembok besar, stonehenge, dll
  7. Drum Corps hahahaha
  8. Agama dan spiritualitas
  9. Cerita2 gangster, mafia, konspirasi politik, semacam itu lah
  10. Manusia
ps : ditulis dalam keadaan setengah sadar

24 October 2012

Tips untuk Protected PDF atau Scanned PDF


mau share tips nih...kali2 suatu saat butuh ngerjain tugas atau keperluan apapun, mau  translate atau apapun dari PDF yg copy protected, atau scanned PDF (intinya PDF yg gabisa di block teksnya, misalnya mau pindahin ke Word). syaratnya punya Adobe Reader Professional. Sebenernya ada cara lain, atau bisa pake software PDF lain yg punya tools OCR (Optical Character Recognizer). sampe saat ini yg gw tau cuma pake Acrobat Pro hehehehe, ntar di update lagi deh...
Jadi gini :
  1. Donlot file PDF (jurnal, government files, apa ajalah) yg textnya gabisa dicopas ke Word.
  2. Setelah itu buka di Acrobat Pro, coba di zoom sedemikian rupa bagian yg mau di copas, semakin jelas text yg mau dicopas semakin baik.
  3. lakukan Print Screen dan save filenya di hardisk, terserah dimana, misal di save dengan nama file 'dokumen 1'.
  4. Buka lagi Acrobat Pro, klik File > Create PDF > From file.
  5. cari file 'dokumen 1' tadi, dan klik open.
  6. File screen capture tadi (dokumen 1) akan terbuka di Acrobat Pro.
  7. Kalo udah, klik Document > OCR text recognition > recognize text using OCR.
  8. Klik OK...kalo ada permasalahan ketika nyoba mengenali text, bisa coba klik edit, dan set ke 'higher resolution'.
  9. Setelah proses ini selesai, coba copy text yg mau dipindah ke Word/Excel dll.
  10. Kalo ngelakuinnya bener, Insyaallah file2 dari protected PDF bisa dicopy ke dokumen baru (ke Word misalnya), untuk kerjaan kantor, tugas, skripsi, mau translate isi PDF pake google translate mungkin, hehehe dan macam2 keperluan lain lah...
Semoga berhasil! :D
#SharingIsCaring

24 September 2012

Hi friends :)

DeVotchka - Till The End Of Time




They're just words, they ain't worth nothing
Cloud your head and push your buttons
And watch how they just disappear
When we're far away from here
And everybody knows where this is heading

Forgive me for forgetting

Our hearts irrevocably combined
Star-crossed souls slow dancing
Retreating and advancing
Across the sky until the end of time

Oh who put all those cares inside your head

You can't live your life on your deathbed

And it's been such a lovely day
Let's not let it end this way

Like sisters and brothers we lean on each other

Like sweethearts carved on a headstone

Oh why even bother, it'll be here tomorrow
It's not worth a-sleeping alone

And look at you and me still here together

There is no one knows you better

And we've come such a long long way
Let's put it off for one more day

*UPDATE* saya pernah coba bikin cover version lagu ini, pas dulu sekitar tahun 2007 pertama kali serius belajar Fruity Loops, bisa download disini Till The End Of Time (Laughs Per Minute cover). Mohon maaf masih terdengar amatir karena ini percobaan pertama saya menggunakan Fruity Loops :)

_______________________________________________________



Untuk kawan-kawanku semua, 

Di saat-saat 'kritis' seperti ini, bernostalgia dengan lagu ini kadang benar-benar bisa membuatku mengalami gejolak emosi yang bisa dibilang cukup dahsyat. Sakit hati, harapan, perjuangan, rasa tidak percaya, kemarahan, senyuman, sentuhan lembut seorang teman, pembelajaran, semuanya rasanya bercampur menjadi satu...mungkin mirip jus dari berbagai buah dan sayuran yang rasanya tidak enak tetapi sesungguhhnya menyehatkan.

Buatku, lagu ini punya banyak kenangan, entah mengapa lagu ini selalu berhasil mengingatkan betapa sayangnya aku kepada kalian. Yang kumaksud kalian, ya....kalian semua dari berbagai generasi yang bertemu disini.

Ah, kalau saja aku pandai bermain gitar atau piano dan memiliki suara yang bagus, sudah pasti aku tak akan berpikir dua kali untuk mempersembahkan lagu ini di hadapan kalian dan menghibur kalian dengan lagu ini...ini rahasia antara kita saja ya? dari dulu aku punya keinginan barusan loh...dan kadang aku bermimpi kalian semua hafal liriknya dan kemudian kita bernyanyi bersama sambil berpegangan tangan, menyenandungkan siulan di lagu ini bersama-sama...sepertinya menyenangkan ya? :)


They're just words, they ain't worth nothing
Cloud your head and push your buttons

And watch how they just disappear

When we're far away from here

Kadang...disini...rangkaian kata-kata, sebuah omongan tidaklah berarti banyak. Disini, terutama oleh kalian, kakak-kakak seniorku, kalian selalu mengajarkan "Jangan banyak omong. Banyak kerja". Ya benar, seringkali memang sulit untuk mengubah 'mode' kita, misal dari 'mikir-mode', 'ngomong-mode' ke 'kerja-mode-on' itu sangat sulit. Kadang butuh keberanian lebih untuk itu, kadang harus sangat berani mengambil resiko...


Oh who put all those cares inside your head
You can't live your life on your deathbed

And it's been such a lovely day

Let's not let it end this way


Ingatkah kita sudah seberapa jauh perjalanan kita kali ini? Sudah bertahun-tahun kita berjalan di kendaraan yang sama, ada beberapa anggota keluarga kita yang kadang harus berhenti dari perjalanan ini, kadang ada yang memang dia harus berhenti dan turun, kadang ada yang berhenti dan turun dengan penuh kenangan yang menyenangkan...dan terkadang ada yang mungkin turun dan pergi menghilang begitu saja sebelum sampai ke tujuan...ada pula yang mungkin jenuh dengan perjalanan ini, turun begitu saja, dan melupakannya seolah tidak pernah terjadi apa-apa...ada juga beberapa di antara kita yang kadang merepotkan, terlalu rewel di perjalanan sehingga merepotkan teman-teman kita yang lain...tapi siapapun kita, tipe penumpang yang manapun kita, ingatkah kita bahwa selalu ada satu hal yang terus diingatkan? 

Ya, satu hal, jangan pernah lelah untuk saling menjaga.

Kawanku, perjalanan kali ini mungkin saja lebih berat, lebih menuntut, dibanding perjalanan terdahulu...tetapi, khususnya untuk kawan-kawanku yang sedang bersedih...kalian tidak sendiri. Ingatlah, terlepas dari panjangnya perjalanan, beratnya rute yang harus ditempuh, beberapa kali kehilangan arah...ingatlah pemandangan di luar yang sudah kita nikmati bersama, dan akan kita nikmati bersama sampai ke tujuan akhir kita nanti...mudah-mudahan kalian tidak bosan dengan perjalanan ini...tidak menganggap ini perjalanan yang sia-sia...
Ah, aku punya ide!!! Bagaimana jika daripada kita mengeluhkan tentang bagaimana membosankan dan panjangnya perjalanan kali ini, lebih baik kita sama-sama membuat suasana perjalanan ini menjadi menyenangkan? Apakah kalian setuju dengan ideku? Tidak mudah memang...tapi justru di situlah tantangannya bukan? :)


Like sisters and brothers we lean on each other
Like sweethearts carved on a headstone

Oh why even bother, it'll be here tomorrow

It's not worth a sleeping alone

Hei, coba lihat...seberapa dekatnya kita sekarang? Entah aku yang naif atau aku positif, aku percaya, dibalik setiap kesal, dibalik setiap marah selama perjalanan ini, kita saling peduli satu sama lain. Mungkin ada yang menyalurkan kepeduliannya dengan cara yang kurang tepat, tapi aku percaya, bahwa sesungguhnya itu adalah bentuk kepedulian dia.

Sepertinya kita sudah seperti saudara sendiri ya selama perjalanan ini? Ah aku suka sekali kata-kata "like sweethearts carved on a headstone" di lagu ini...sangat suka! Coba deh kita bayangkan lagi, ingat-ingat lagi, rekam semuanya...kadang aku berpikir "akhirnya sebentar lagi kita sampai di akhir perjalanan kita...perjalanan yang sudah bertahun-tahun tidak kita lakukan!" Perjalanan yang pada awalnya kita ragu untuk menempuhnya karena kita kurang berpengalaman di situ, dan sepertinya rute yang harus dilalui sangat penuh tantangan...kita sebentar lagi sampai kawan-kawan...


And everybody knows where this is heading
Forgive me for forgetting

Our hearts irrevocably combined

Star-crossed souls slow dancing
Retreating and advancing
Across the sky until the end of time


Kawan-kawanku, aku tahu, selama perjalanan ini kadang akupun menjadi penumpang yang merepotkan, kadang aku menyebalkan, kadang aku ceroboh dan lalai...atas itu semua aku meminta maaf. Karena memang melihat kita berproses menjadi sebuah 'keluarga' adalah hal yang tak tergantikan. Secara perlahan, bahkan mungkin tanpa kita sadari, kita mulai peduli terhadap satu sama lain. Walaupun kadang itu tidak berjalan mulus, walaupun banyak juga faktor eksternal dari perjalanan ini sendiri. Faktor-faktor yang kadang membuat kita ragu untuk memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ini atau tidak.

Kadang saking 'lucu'nya halangan yang menghadang kita seperti...apa ya? Romeo dan Juliet mungkin, hahaha. Star-crossed lover...kadang di antara kita ada yang seperti itu. Ingin sekali terlibat dalam perjalanan ini namun sepertinya semesta bersekutu untuk menghalangi kita menyelesaikan perjalanan ini. Dan aku selalu salut, aku angkat topi untuk kalian kawan-kawanku yang walaupun didera berbagai masalah namun tetap bertahan dan ngotot untuk menyelesaikan perjalanan ini...dibalik semua halangan itu, diam-diam dalam hati kita bergembira dan bersemangat untuk tetap gigih melanjutkannya. Ah hebat sekali kawan-kawanku yang seperti itu :)


And look at you and me still here together
There is no one knows you better

And we've come such a long long way

Let's put it off for one more day

Ah, sudahlah, lupakan racauanku ini...lihat, bukankan sebaiknya kita bersyukur kita masih kokoh berdiri disini? Kita masi saling memeluk satu sama lain untuk menguatkan. Kadang kita menguatkan dengan cara yang konyol dan menyebalkan. Kadang kita menguatkan dengan hanya duduk bersebelahan satu sama lain, tanpa suara, hanya keheningan, tapi itu semua cukup untuk membuat hati kita tenang. Kadang ketika sedang bersedih, ada salah satu kawan kita yang menghampiri dan mengusap pundak kita dengan perlahan...Perlahan tapi pasti kita semakin mengenal satu sama lain...perjalanan yang sulit ini yang aku harap membuat kita menjadi lebih bermanfaat untuk diri kita sendiri dan lingkungan kita.

Aku tidak sabar rasanya bertemu lagi dengan kalian semua esok hari...mari kita beristirahat setelah perjalanan hari ini yang melelahkan tapi menyenangkan...sampai bertemu esok hari dengan semangat dan energi yang baru kawan-kawan! :)

04 September 2012

R.I.P Tony Sly

Oh my God, just found out this shocking news :'(

RIP Tony Sly (No Use For a Name frontman/vocal)

sedih dengernya, secara band ini dan Lagwagon yang menemani gw selama masa2 SMA (sampe sekarang sih), NUFAN will never be the same again without you Mr.Sly :(

Beritanya ada disini... trus jadi pengen bikin tulisan untuk #30HariLaguukuBercerita dari lagu2 NUFAN...

Well, maybe we don't know each other, but your music truly help me to get through my High School years, you and your music are truly my 'savior'...this is one thing I love about music, we don't know each other, he don't know me, but there's some connection between me and his music...

Anyway, here's Not Your Savior by NUFAN, performed by Tony Sly from NUFAN and Joey Cape from Lagwagon




03 September 2012

For those who about to give up, please don't

#2 The Decemberists - The Sporting Life




I fell on the playing field
The work of an errant heel
The din of the crowd and the loud commotion
Went deafening silence and stopped emotion
The season was almost done
We managed it 12 to 1
So far I had known no humiliation
In front of my friends and close relations

There's my father looking on
And there's my girlfriend arm in arm
With the captain of the other team
And all of this is clear to me
They condescend and fix on me a frown
How they love the sporting life

And father had had such hopes
For a son who would take the ropes
And fulfill all his old athletic aspirations
But apparently now there's some complications
But while I am lying here
Trying to fight the tears
I'll prove to the crowd that I come out stronger
Though I think I might lie here a little longer

There's my coach he's looking down
The disappointment in his knitted brow
I should've known
He thinks again
I never should have put him in
He turns and loads the lemonade away
And breathes in deep
The sporting life
How he loves

________________________________________



Untuk Ayah dan Ibu tersayang,

Ayah, Ibu, sudah berapa tahun berlalu sejak kalian mengharapkan aku menjadi seorang Insinyur yang handal? Berapa tahun berlalu sejak pertama kalinya mengantarku ke kampus tercinta ini? Yang konon katanya adalah Kampus Perjuangan. Berapa ya? Aku tak ingat...ah baiklah aku berbohong, jelas saja aku ingat, tapi yang jelas aku tidak berani menyebutkan angkanya...aku malu menyebutkan angkanya wahai orang tuaku tercinta...

Aku masih ingat beberapa tahun yang lalu, malam-malam pertama, untuk pertama kalinya aku tinggal berjauhan dari kalian, walaupun hanya berselisih beberapa kilometer saja. Aku ingat bagaimana rasanya aku sendirian di kamar kostku yang dulu, memandang tumpukan buku-buku yang kalian berikan untukku. Aku ingat betapa sungguh perhatian dan sayangnya kalian kepadaku...terlihat jelas bagaimana kalian menuliskan namaku dengan rapihnya di sampul buku itu, memberi sampul dengan rapi setiap buku-buku berbau ilmu Taknik yang kalian berikan...Jika aku andaikan buku-buku itu hidup, pastilah kini mereka sangat kecewa, dan marah kepadaku. Marah dan kecewa karena mereka diberikan kepada seorang anak pemalas yang mungkin tak tahu terima kasih...aku malu...aku malu kepada buku-buku itu...buku-buku itu seharusnya dimiliki oleh orang yang lebih pantas, orang yang lebih rajin, orang yang lebih gigih dibandingkan aku...

Ayah, Ibu, maafkan aku karena menjadi anak yang selalu saja terlambat untuk menjadi dewasa...anak yang sering terlambat menyadari segala hal yang terjadi...

Ayah, Ibu, mungkin kata orang bijak "jangan pernah menyesali apa yang telah terjadi"...tapi sungguh, jika diizinkan, aku...menyesal...

Bolehkah aku berkata "aku menyesal"? Aku tahu aku bohong jika aku berkata tidak menyesal dan berpura-pura tangguh ketika mengingat-ingat kebodohan-kebodohan yang telah aku lakukan dulu...

And father had had such hopes

For a son who would take the ropes

And fulfill all his old athletic aspirations

But apparently now there's some complications

Ayah, Ibu...aku ingat dulu kalian pernah menyampaikan berbagai harapan kalian kepadaku, berbalutkan berbagai macam emosi...pernah Ibu berkata ingin aku menjadi Dokter...pernah Ayah berkata ingin aku menjadi Mentri...dan berbagai macam harapan lainnya. Kini siapa aku? Aku sampai saat ini masihlah seorang  anak kecil yang sering terlambat berpikir dan bertindak dewasa...beberapa kali mungkin aku berusaha mencoba menjadi 'pahlawan' untuk lingkunganku, tentunya dengan caraku sendiri...yang aku tahu cara yang sangat gegabah, terlalu sok 'heroik'...

The din of the crowd and the loud commotion  
Went deafening silence and stopped emotion

Ayah, Ibu, mungkin aku tidak pernah memperlihatkan diriku menyesali semua kebodohanku...nampaknya, aku terlalu pandai bersandiwara...tapi sesungguhnya aku pun merasa sangat sedih, sedih atas perbuatan yang aku lakukan terhadap diriku sendiri. Kini ketika di sekitarku banyak pelajar baru, masuk ke kampus tercinta ini, semuanya terasa seakan membeku...semua pemandangan nampak berjalan lambat, semua terasa sunyi...dan jika aku melihat seorang pelajar baru datang bersama kedua orang tuanya...yang kulihat adalah diriku beberapa tahun yang lalu ketika masih menyandang predikat 'baru' datang ke kampus tercinta ini bersama kalian...dan itu semua terasa menyiksa...amat sangat menyiksa hingga kadang aku berpikir untuk melarikan diri ke suatu daerah dimana orang-orang tidak mengenalku...meninggalkan semua kenangan itu disini...namun aku tahu, jika itu kulakukan, seumur hidup aku akan menyesal karena telah meninggalkan kalian serta orang-orang yang menyayangiku, dan perasaan itu pasti akan terus menghantui sampai aku masuk ke liang lahat nanti...

Ayah, Ibu, aku ini mungkin dulu seorang anak yang 'sial'...sial karena diriku sendiri. Yang sering melupakan kata-kata bijak "Ridho Orang Tua adalah Ridho Allah". Namun mudah-mudahan dengan bertambahnya usiaku kini, aku bisa semakin mengerti kata-kata tersebut...mengerti dan menjalankannya...


There's my coach he's looking down 
The disappointment in his knitted brow 
I should've known , He thinks again
I never should have put him in 
He turns and loads the lemonade away. And breathes in deep


Ayah, Ibu, masih aku ingat jelas bagaimana raut wajah kalian ketika aku memberanikan diri untuk berkata kepada kalian "Bukan ini yang aku mau!". Mungkin itu pertama kalinya dalam hidupku, aku...aku...aku melawan kalian...aku memberanikan diri melawan kalian...bukan melawan, aku memberanikan diri menyatakan pendapatku dengan tegas kepada kalian...aku tau saat itu hati kalian hancur mendengarku...percayalah bahwa anakmu ini juga merasakan hal yang sama...jika ku ingat lagi, aku sungguh-sungguh sangat tidak ingin melihat kalian menangis seperti itu lagi...terlalu pedih untukku juga...aku sebenarnya sayang kalian...

Ayah, Ibu, kini satu hal aku sadari, aku haruslah menjadi orang yang kuat, yang bisa berdiri sendiri, yang...yang...berani bertanggung jawab...maafkan aku yang terlambat, terlambat menyadari hal itu...terlambat menyadari tanggung jawab itu...terlambat menjadi seorang pemberani yang bertanggung jawab...

Ayah, Ibu, sudah sangat banyak malam kuhabiskan sendiri memutar salah satu lagu kesayanganku ini...lagu yang mungkin memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap diriku...setiap lagu ini mengalun, hanya wajah kalian yang kuingat...hanya janji-janji kosong yang dulu kulontarkan kepada kalian yang kuingat...setiap tahun yang terlewati, selain wajah dan kehangatan kalian yang kusayang, lagu ini juga yang...yang...membuatku untuk tetap berjalan...kini aku tahu, aku tidak boleh berlari dari tanggung jawabku sebagai seorang anak...aku malu? jelas aku malu...malu melihat teman-teman sejawatku dulu kini sudah bisa menjadi kepala keluarga...aku malu...aku menyesal...aku...aku...ah entahlah...

Ayah, Ibu, kini aku tahu, aku harus kuat menjalani semua akibat dari kebodohan-kebodohanku...bukan hanya kuat dan masa bodo, aku harus kuat, menerima semua konsekuensinya, seberat apapun...dan yang terpenting, aku harus bisa membayar semuanya...aku tidak boleh membuang kenangan akan kebodohan-kebodohan itu...

I must live with all of my mistakes that I've done...don't run away...stay strong, get over it and live with it
Ayah, Ibu, kini, satu harapanku...ingatkah kalian akan doaku yang selalu aku titipkan ke kalian ketika kalian hendak beribadah ke Tanah Suci? Doaku sederhana :

"Ya Allah, berikanlah kedua orang tuaku kesehatan sehingga mereka bisa mendampingiku ketika nanti aku lulus dari pendidikanku"

Ayah, Ibu, bahkan sampai saat ini, saat menulis surat ini, air mata masih membanjiri pipiku jika mengingat doaku itu. Karena aku tahu, umur kalian sudah semakin tua, dan aku sadar kemungkinan itu semakin menipis...Ayah sudah menginjak kepala tujuh, dan Ibu sudah menginjak kepala enam...

Ayah, Ibu, biarlah aku menjadi orang yang berguna bagi lingkunganku seperti yang kalian inginkan, namun dengan caraku...ya aku kini mengerti, bukan cara yang gegabah seperti dulu...tahukah kalian jika kini aku mempunyai tanggung jawab untuk membimbing sahabat-sahabatku yang masih muda, aku selalu mengajarkan apa yang selalu kalian ajarkan? Ya aku juga ingin sahabat-sahabat, adik-adikku yang masih muda bisa mendapatkan nasihat yang baik dari kalian...agar Allah tahu bahwa kalian adalah orang-orang yang Insya Allah selalu berguna untuk lingkungannya...aku ingin agar amalan kalian juga bisa mengalir terus lewat aku...

Ayah, Ibu, terima kasih sudah bersabar membimbing aku yang gemar menjatuhkan dan menjebloskan diri sendiri ke lubang yang sama...terima kasih atas kasih sayang yang tak berujung dari kalian.


Dari anakmu yang selalu menyayangi mu


Budi 

________________________________________


But while I am lying here
Trying to fight the tears
I'll prove to the crowd that I come out stronger
Though I think I might lie here a little longer